Terkadang aku merasa menjadi orang bodoh, bahkan mungkin terlalu sering pikiran itu tiba-tiba mendera. Setelah bertahun-tahun sebagai manusia seseorang tak lagi sama begitupun orang-orang lain. Bagiku terasa seperti itu. Dalam setiap perubahan yang datang, dunia kian berbeda. Rasanya aku tak sanggup mengejar, rasanya ada sebuah tembok tinggi besar yang menambah halangan. Aku terlalu payah untuk berlari. Aku terlalu lelah untuk mengejar. Aku terlalu bodoh untuk mencoba. Yang benar adalah aku egois dan keras kepala. Tidakkah kamu merasakan itu? Wahai orang-orang di sekitarku. Aku tak lagi sama. Entah mengapa begitu hampa dan kembali merapuh. Engkau mungkin juga pernah begitu. Datang padaku lalu ceritakan dukamu. Mari berbagi dalam jatuh, bergerak, menyentuh, dan jangan menghilang lagi. Aku tidak pernah merestui itu, tentang perubahanmu. Ketidaksamaan dalam dirimu bukan lagi menjadi candu. Tak kurangpun begitu aku tetap merasa adiksi dan kamu masih meng...
Kita akan tumbuh dalam rumpun yang sama, berkembang, dan menua bersama. Menulis sejarah. Menyembuhkan melalui mantra-mantra kata.