Langsung ke konten utama

A Life : Manusia dengan Kehidupan

Apa yang tak pernah tumbuh?

Yang kusemogakan adalah ketidaksukaan terhadap hidup. Bagaimana bisa manusia hidup dalam rasa tidak suka jika hal demikian terjadi?

Pernah dengar bahwa "Hidup hanya menunda kekalahan" ?

Di mana bisa kita temukan itu jika bukan pada kehidupan masing-masing? Aku yakin semua manusia pernah pedih dan kalah dalam waktu serta titik tertentu. Namun akupun menemukan banyak orang bangkit dan hidup kembali.

Bagi beberapa orang hidup adalah untuk bangkit dari kekalahan, hidup kembali dari kematian, dan mencari jalan untuk sembuh.

Sebagai manusia yang banyak mengeluh, banyak hari yang kuanggap adalah kekalahan. Dan seketika itu aku merasa mati sebagai manusia yang memiliki kehidupan.

Biar banyak kata yang orang perdengarkan dan tuliskan namun rasanya tidak ada yang mampu begitu saja menjadi udara yang baru untuk membawaku merasakan hidup.

Aku manusia rumit.

Ingin memahami tentang sebagai apa kehidupanku ini. Di mana aku menemukan diriku, dalam ruang yang paling gelap dan sunyi. Aku ingin hidup setibu tahun lagi namun tak mampu untuk hidup sendiri. Jadi aku ingin mendengar banyak suara. Semoga salah satunya menjadi bermakna.

Lalu aku ingin menceritakan tentang banyak hal. Bahwa sebenarnya aku tak kosong dan tetap hidup. Jadi siapa yang mau mendengarkan?

Sekarang.

Apa yang tak perlu ditunda?

Kekalahan.

Hari ini saja dan tak boleh esok.

Aku ingin tetap hidup sebagai manusia perasa. Merasakan diriku jatuh dan bangkit. Merasakan diriku kalah dan hidup.

🍀

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Datang Darimu

Hari ini aku sadar ketika melihat sebuah gambar hitam putih. Tentang sebuah hal sepele yang tiba-tiba saja terlintas. Ternyata aku tak lihai dalam mengidentifikasi gambar tanpa salah satu hal, yaitu warna. Tanpanya aku tak tahu tempat mana yang terekam dalam sebuah gambar. Tanpanya rupa-rupanya sebuah gambar menjadi asing bagiku. Namun di waktu yang lain, filter hitam putih menjadi suatu hal yang terfavoritkan. Tak selayaknya sebagai manusia aku berpijak hanya dalam sebuah hal sempit. Itu yang akan membuat duniaku menjadi tak lebih berwarna dari sekadar sebuah muara sungai yang bahkan sudah tercemar limbah hasil kecongkakan manusia. Itu akan membuat suatu keadaan monoton dan kosong. Tentu harusnya aku tak mau. Namun lagi-lagi monokrom selalu miliki daya pikat tersendiri. Ketika aku menulis tentangmu, sebenarnya itu tak sepenuhnya tentangmu. Hidup ini nyatanya tak melulu tentangmu dalam setiap waktunya. Ada banyak hal unik dan menarik. Ada banyak hal yang tak kuket...

Lirik Lagu Peterpan - Menunggu Pagi (OST Alexandria)

Menunggu Pagi - Peterpan Apa yang terjadi dengan hatiku Ku masih di sini menunggu pagi Seakan letih tak menggangguku Ku masih terjaga menunggu pagi Entah... kapan... malam berhenti Teman... aku... masih... menunggu... pagi Malam begini malam tetap begini Entah mengapa pagi enggan kembali Malam begini malam tetap begini Entah mengapa pagi enggan kembali

AUGUST

Semoga tulisan ini tidak terlambat, seperti tagihan tugas-tugasku yang menumpuk di akhir semester, seperti rindu yang manusia tampung dalam celengan bak syair Bung Fiersa Besari. Kepada, Agustus. Aku meminta maaf karena tak mengucap selamat datang dan tiba-tiba menjumpaimu di hari yang hampir terhitung akhir ini. Terima kasih sudah berkenan menggenapkan tujuh belas yang ketujuh puluh enam bagi tanah kelahiranku ini. Semoga Tuhan mempertemukan kita kembali di tahun-tahun yang akan datang. Dirgahayu… dirgahayu… dirgahayu… Semoga berumur panjang untuk negaraku juga negaramu. Kita yang terlahir di tanah yang sama namun tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berbeda. Namun, tentangmu… aku akan selalu mendoakan kebaikan-kebaikan yang tak terhingga selayaknya apa yang orang-orang baik itu doakan untukmu. Apakah orang-orang masa kini masih membicarakan tentang kemerdekaan di dalam layar kaca, di pelataran media sosial, di dalam bus kota, kereta, juga kapal udara, di gedung-gedung pemerint...