Perempuan bermata sipit itu merangkai buket pesanan pelanggannya.Tangannya cekatan memilih setiap tangkai bunga krisan yang masih segar direngkuh udara segar pagi hari.Krisan putih terlihat menawan secantik perempuan bermata sipit itu.Jemari lentiknya menari menyeleksi tangkai krisan terbaik untuk momen bahagia pelanggan setianya. Sang surya menatap raut cerah perempuan itu.Menanggalkan kesan panas cahaya matahari,pagi memang selalu bersahabat dengan perempuan pekerja keras seperti gadis karyawan toko bunga itu.Aura keramahan memancar dari lengkung tipis mempesona di bibirnya.Sashi Mei,nama gadis itu. Dia begitu telaten merawat tangkai-tangkai bunga pilihan agar tetap segar.Selalu tersenyum pada setiap orang yang memesan,melihat-lihat,bahkan hanya lewat depan toko bunga pinggir kota itu.Siapa yang tidak senang disapa sekaligus diberi senyum gadis secantik Mei.Meski dia cantik,Mei tak pernah segan untuk bersosialisasi dengan ...
Kita akan tumbuh dalam rumpun yang sama, berkembang, dan menua bersama. Menulis sejarah. Menyembuhkan melalui mantra-mantra kata.