Langsung ke konten utama

SANSEVIERIA

SAN.SE.VI.E.RIA (Aku suka saja dengan judul ini meskipun tak ada sangkut-pautnya)


Jika aku menjadi seseorang yang mengagumkan apakah akan kamu menoleh meskipun berada di tempat terjauh sekalipun? Jadi tolong untuk tidak memprotes ini karena kita sama-sama tahu jalan masing-masing dan begitulah kita akan bekerja dengan kehidupan kita, sebagai manusia. Jika ada sesuatu yang tidak perlu maka mungkin itu kesalahan. Namun kadang kesalahan pun bermanfaat, lalu apakah kita adalah orang yang sama dengan diri kita yang kemarin karena jika dipikir-pikir kita selalu saja memiliki sifat unik. Atau justru aneh? Aneh bagi sosok yang tak pernah mengenali kita. Maka semoga kita menjadi sosok yang bermartabat, yang tidak paham apa itu tercekik, yanag mampu berpura-pura tak mendengar omong kosong mereka. Maka menjauhlah dari api, agar terhindar dari kebakaran jiwamu yang tidak pernah padam sebelumnya. Atau sebenarnya justru telah padam bertahun-tahun yang lalu.
 
🍀

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Datang Darimu

Hari ini aku sadar ketika melihat sebuah gambar hitam putih. Tentang sebuah hal sepele yang tiba-tiba saja terlintas. Ternyata aku tak lihai dalam mengidentifikasi gambar tanpa salah satu hal, yaitu warna. Tanpanya aku tak tahu tempat mana yang terekam dalam sebuah gambar. Tanpanya rupa-rupanya sebuah gambar menjadi asing bagiku. Namun di waktu yang lain, filter hitam putih menjadi suatu hal yang terfavoritkan. Tak selayaknya sebagai manusia aku berpijak hanya dalam sebuah hal sempit. Itu yang akan membuat duniaku menjadi tak lebih berwarna dari sekadar sebuah muara sungai yang bahkan sudah tercemar limbah hasil kecongkakan manusia. Itu akan membuat suatu keadaan monoton dan kosong. Tentu harusnya aku tak mau. Namun lagi-lagi monokrom selalu miliki daya pikat tersendiri. Ketika aku menulis tentangmu, sebenarnya itu tak sepenuhnya tentangmu. Hidup ini nyatanya tak melulu tentangmu dalam setiap waktunya. Ada banyak hal unik dan menarik. Ada banyak hal yang tak kuket...

Lirik Lagu Peterpan - Menunggu Pagi (OST Alexandria)

Menunggu Pagi - Peterpan Apa yang terjadi dengan hatiku Ku masih di sini menunggu pagi Seakan letih tak menggangguku Ku masih terjaga menunggu pagi Entah... kapan... malam berhenti Teman... aku... masih... menunggu... pagi Malam begini malam tetap begini Entah mengapa pagi enggan kembali Malam begini malam tetap begini Entah mengapa pagi enggan kembali

AUGUST

Semoga tulisan ini tidak terlambat, seperti tagihan tugas-tugasku yang menumpuk di akhir semester, seperti rindu yang manusia tampung dalam celengan bak syair Bung Fiersa Besari. Kepada, Agustus. Aku meminta maaf karena tak mengucap selamat datang dan tiba-tiba menjumpaimu di hari yang hampir terhitung akhir ini. Terima kasih sudah berkenan menggenapkan tujuh belas yang ketujuh puluh enam bagi tanah kelahiranku ini. Semoga Tuhan mempertemukan kita kembali di tahun-tahun yang akan datang. Dirgahayu… dirgahayu… dirgahayu… Semoga berumur panjang untuk negaraku juga negaramu. Kita yang terlahir di tanah yang sama namun tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berbeda. Namun, tentangmu… aku akan selalu mendoakan kebaikan-kebaikan yang tak terhingga selayaknya apa yang orang-orang baik itu doakan untukmu. Apakah orang-orang masa kini masih membicarakan tentang kemerdekaan di dalam layar kaca, di pelataran media sosial, di dalam bus kota, kereta, juga kapal udara, di gedung-gedung pemerint...