Langsung ke konten utama

KOSONG


Ada banyak hal yang mungkin tidak aku pikirkan saat ini. Aku memang egois dan kosong. Terkadang aku heran tentang pemikiran orang-orang terhadap diriku. Bahkan mungkin yang menganggap aku baik. Menurutku manusia berdiri pada lukanya masing-masing. Menjadi sosok  yang begitu unik. Namun bagaiman aku menjelaskan dan mengaku jika sebenarnya aku tak ingin. Aku takut untuk dipahami. Karena ketika orang lain memahamiku maka aku tak dapat mengelak lagi.

Inilah aku.

Bagaimana sebenarnya? Dengan sebutan apa aku menyebut diriku? Nyatanya banyak kebingungan dalam pikiran dan hati orang-orang, manusia yang berwarna. Apa aku juga seperti itu? Menurutku iya, lalu bagaimana denganmu? Apa kau juga?

Terkadang aku tak ingin berhenti untuk bercerita sedangkan di sisi lain aku sangat malas untuk menulisnya. Aku juga lebih ingin diam daripada berbicara. Karena dengan diam aku benar-benar menghadapi apa itu kosong. Bagiku ia tak buruk juga, kadang kosong itu sendiri begitu menarik, lebih tepatnya memancing masa bodoh. Namun, menurutku mungkin itu masa bodoh yang tidak cantik. Sehingga orang-orang akan berkumur lebih banyak kali. Dan aku ingin tidak peduli.

Lalu bagaimana?

Aku hanya ingin mendapatkan mimpi baru. Sebuah mimpi yang membuatku terobsesi, mimpi yang tak akan padam, lagi dan lagi.

Karena terkadang, kosong itu MEMBOSANKAN!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suatu Waktu untuk Sebuah Orientasi Pilihan

Berapa banyak waktu yang telah terlewati? Berapa banyak keluh dan sesal karena itu? Beberapa dari kita mungkin merasa tak pernah dapat memilih. Sekalipun pilihan-pilihan itu ada namun apa yang akhirnya diputuskan terkadang bukan yang kita inginkan. Bagaiamana dengan hal itu? Apa itu sesuatu yang salah? Aku salah satu dari sekian persen jumlah manusia yang merasa bersalah akan waktu. Bagaimana cara menghargainya rasanya tak pernah menjadi sebuah ketepatan. Lalu kini aku malu, aku semakin tua namun tak banyak yang berubah begitu saja. Apa tetap menjadi seperti kemarin adalah benar-benar tak apa? Aku suka menjelajahi setiap ingatan yang tercatat. Kadang begitu manis, kadang begitu pahit. Ada sesuatu yang lebih dari rasa itu hingga tak ada bosan yang bersarang. Aku ingin titip sesuatu untuk masa depan, dialah sejarah. Masa yang gila. Masa yang bermakna. Lalu masa yang tak ternilai. Bagaimana caranya mengulang? Cerita itu menjadi suatu ujung yang tak kuketahui. Ter...

AUGUST

Semoga tulisan ini tidak terlambat, seperti tagihan tugas-tugasku yang menumpuk di akhir semester, seperti rindu yang manusia tampung dalam celengan bak syair Bung Fiersa Besari. Kepada, Agustus. Aku meminta maaf karena tak mengucap selamat datang dan tiba-tiba menjumpaimu di hari yang hampir terhitung akhir ini. Terima kasih sudah berkenan menggenapkan tujuh belas yang ketujuh puluh enam bagi tanah kelahiranku ini. Semoga Tuhan mempertemukan kita kembali di tahun-tahun yang akan datang. Dirgahayu… dirgahayu… dirgahayu… Semoga berumur panjang untuk negaraku juga negaramu. Kita yang terlahir di tanah yang sama namun tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang berbeda. Namun, tentangmu… aku akan selalu mendoakan kebaikan-kebaikan yang tak terhingga selayaknya apa yang orang-orang baik itu doakan untukmu. Apakah orang-orang masa kini masih membicarakan tentang kemerdekaan di dalam layar kaca, di pelataran media sosial, di dalam bus kota, kereta, juga kapal udara, di gedung-gedung pemerint...

Yang Datang Darimu

Hari ini aku sadar ketika melihat sebuah gambar hitam putih. Tentang sebuah hal sepele yang tiba-tiba saja terlintas. Ternyata aku tak lihai dalam mengidentifikasi gambar tanpa salah satu hal, yaitu warna. Tanpanya aku tak tahu tempat mana yang terekam dalam sebuah gambar. Tanpanya rupa-rupanya sebuah gambar menjadi asing bagiku. Namun di waktu yang lain, filter hitam putih menjadi suatu hal yang terfavoritkan. Tak selayaknya sebagai manusia aku berpijak hanya dalam sebuah hal sempit. Itu yang akan membuat duniaku menjadi tak lebih berwarna dari sekadar sebuah muara sungai yang bahkan sudah tercemar limbah hasil kecongkakan manusia. Itu akan membuat suatu keadaan monoton dan kosong. Tentu harusnya aku tak mau. Namun lagi-lagi monokrom selalu miliki daya pikat tersendiri. Ketika aku menulis tentangmu, sebenarnya itu tak sepenuhnya tentangmu. Hidup ini nyatanya tak melulu tentangmu dalam setiap waktunya. Ada banyak hal unik dan menarik. Ada banyak hal yang tak kuket...